This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2015

Elastisitas(titik keseimbangan/titik potong)

Apakah yang dimaksud dengan elastisitas ?

1. Definisi Elastisitas
Elastisitas (pemuluran) adalah pengaruh perubahan dari harga terhadap jumlah dari barang yang diminta / permintaan atau yang ditawarkan / penawaran. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain.

Elastisitas terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut.

a. Elastisitas harga (price elasticity)
Elastisitas harga atau price elasticity yaitu persentase perubahan jumlah permintaan barang atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan dari harga barang tersebut.

b. Elastisitas silang (cross elasticity)
Elastisitas silang atau cross elasticity adalah persentase perubahan jumlah permintaan barang x, yang disebabkan oleh persentase perubahan dari harga barang lain (y).

c. Elastisitas pendapatan (income elasticity)
Elastisitas pendapatan atau income elasticity yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.
2. Elastisitas dari Permintaan
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan dari harga terhadap besar kecilnya jumlah permintaan barang atau tingkat kepekaan dari perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan dari harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan permintaan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan rumus berikut ini.
rumus elastisitas permintaan
Keterangan:
ΔQ : perubahan jumlah permintaan
ΔP : perubahan dari harga barang
P : harga mula-mula
Q : jumlah permintaan mula-mula
Ed : elastisitas dari permintaan

Contoh elastisitas dari permintaan:
Pada saat harga Rp400,00 jumlah permintaan barang 30 unit, kemudian harga turun menjadi Rp360,00 jumlah permintaan barang 60 unit. Hitunglah besar koefisien elastisitasnya!
Jawab:
contoh elastisitas permintaan
a. Macam-Macam Elastisitas dari Permintaan
Elastisitas dari permintaan terdiri atas lima macamm yaitu permintaan elastis, permintaan inelastis, permintaan uniter atau permintaan normal, permintaan elastis sempurna dan permintaan inelastis sempurna. Untuk lebih jelasnya mengenai macam permintaan ini, coba kalian perhatikan gambar tabel berikut ini:
macam elastisitas permintaan
Keterangan:
% ΔQd = Persentase perubahan jumlah permintaan akan barang
% ΔPd = Persentase perubahan dari harga barang Dari tabel diatas, permintaan elastis memiliki rumus E>1 dimana permintaan ini biasanya terjadi pada permintaan barang-barang mewah. Permintaan inelastis memiliki rumus E<1 dimana permintaan ini biasanya terjadi pada kebutuhan permintaan akan barang-barang pokok atau primer. Selanjutnya permintaan uniter atau permintaan normal dengan rumus E=1 dimana permintaan ini terjadi pada permintaan barang-barang kebutuhan sekunder. Pada permintaan elastis sempurna memiliki rumus E=~ dimana biasanya terjadi pada permintaan barang-barang kebutuhan dunia seperti gandum dan minyak. Permintaan terakhir yaitu permintaan inelastis sempurna dimana biasanya terjadi pada permintaan barang-barag kebutuhan seperti tanah dan air minum dengan rumus E=0.
b. Kurva Elastisitas dari Permintaan
Kurva Elastisitas Permintaan
Kurva Elastisitas dari Permintaan ; 1. Permintaan permintaan elastis, 2. Permintaan permintaan inelastis, 3. Permintaan permintaan uniter, 4. Permintaan permintaan elastis Sempurna, 5. Permintaan permintaan inelastis sempurna
c. Menghitung Elastisitas dari Permintaan secara Matematis
Dari rumus elastistas:
matematis elastisitas permintaan
menunjukkan, bahwa:
perbandingan ealstisitas
adalah turunan pertama dari Q atau Q1.
Contoh 1 fungsi permintaan:
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q = 50 – -P. Tentukan besar elastisitas dari permintaan pada tingkat harga P = 80!

Jawab:
Jika P = 80, maka Q = 50 – 1/2 (80)
Q = 50 – 40
Q = 10
Contoh 2 fungsi permintaan:
Diketahui fungsi permintaan P = 100 – 2Q. Hitung elastisitas dari permintaannya pada tingkat harga P = 50!
Jawab:
3. Elastisitas dari Penawaran
Elastisitas penawaraan (elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan dari harga terhadap besar kecilnya jumlah penawaran barang atau tingkat kepekaan perubahan jumlah penawaran barang terhadap perubahan dari harga barang. Adapun yang dimaksud koefisien elastisit`as dari penawaran adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara perubahan jumlah penawaran barang dengan perubahan dari harganya. Besar kecilnya koefisien elastisi`tas dari penawaran dapat dihitung dapat dengan rumus sebagai berkut.
rumus elastisitas penawaran
Keterangan:
ΔQ : perubahan jumlah penawaran
ΔP : perubahan dari harga barang
P : harga barang mula-mula
Q : jumlah penawaran mula-mula
Es : elastisitas dari penawaran

Contoh elastisitas dari penawaran:
Pada saat harga Rp500,00 jumlah dari barang yang ditawarkan / penawaran 40 unit, kemudian harga turun menjadi Rp300,00 jumlah dari barang yang ditawarkan / penawaran 32 unit. Hitunglah besarnya koefisien elastisitas dari penawarannya!
Jawab:
contoh elastisitas penawaran
a. Macam-Macam Elastisitas dari Penawaran
Seperti halnya elastisitas dari permintaan, elastisitas dari penawaran juga terdapat lima macam, yaitu penawaran elastis, penawar’an inelastis, penawar’an uniter atau penawar’an normal, penawaran elastis sempurna, dan juga penawaran inelastis sempurna. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar tabel macam penawaran berikut ini:
macam elastisitas penawaran
Keterangan:
% ΔQs : Persentase perubahan jumlah dari barang yang ditawarkan / penawaran
% ΔPs : Persentase perubahan dari harga barang Dari tabel diatas, penawaran elastis memiliki rumus E>1 dimana penawaran ini biasanya terjadi pada barang-barang mewah. Penawaran inelastis memiliki rumus E<1 dimana penawaran ini biasanya terjadi pada kebutuhan akan barang-barang pokok atau primer. Selanjutnya penawaran uniter atau penawaran normal dengan rumus E=1 dimana penawaran ini terjadi pada barang-barang kebutuhan sekunder. Pada penawaran elastis sempurna memiliki rumus E=~ dimana biasanya terjadi pada barang-barang kebutuhan dunia seperti gandum dan minyak. Penawaran terakhir yaitu penawaran inelastis sempurna dimana biasanya terjadi pada barang-barag kebutuhan seperti tanah dan air minum dengan rumus E=0.
b. Kurva Elastisitas dari Penawaran
kurva elastisitas penawaran 1
Kurva Elastisitas Penawaran
Kurva Elastisitas dari Penawaran
Cara praktis menentukan besarnya elastisi`tas tanpa mencari turunan Q atau Q1, yaitu:
1) Jika persamaan fungsi menunjukkan P = a – bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ (fungsi Penawaran), maka rumus elastisitas nya adalah sebagai berikut.
persamaan fungsi rumus elastisitas
Contoh 1:
Diketahui fungsi permintaan P = 100 – 2Q. Hitung elastisitas dari permintaan pada tingkat harga P = 50!
Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 50, maka 
50 = 100 – 2Q
2Q = 50
Q = 25
contoh persamaan elastisitas 1
Contoh 2:
Diketahui fungsi penawaran P = 100 + 2Q. Hitunglah elastisitas dari penawaran pada tingkat harga P = 500!

Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 500, maka 
500 = 100 + 2Q
-2Q = -400
Q = 200
contoh persamaan elastisitas 2
contoh persamaan elastisitas 2.1
Contoh 3:
Diketahui Fungsi penawaran P = -100 + 2Q. Hitung elastisitas dari penawaran pada tingkat harga P = 400!
Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 400, maka 
400 = -100 + 2Q
-2Q = -500
Q = 250
elastisitas penawaran pada tingkat harga
2) Jika persamaan fungsi menunjukkan Q = a – bP (fungsi permintaan) dan Q = a + bP (fungsi penawaran), maka rumus elastisitas nya adalah sebagai berkut.
rumus elastisitas permintaan dan penawaran
Contoh 1:
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q =50 – 1/2 P.
Tentukan besar elastisitas dari permintaan pada tingkat harga P = 80!

Jawab:
Dengan cara biasa
Jika P = 80, maka Q =50 – 1/2 (80)
Q = 50 – 40
Q = 10
elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 80
hasil elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 80
Contoh 2:
Fungsi penawaran suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q = 50 + 2P. Tentukan besar & elastisitas dari penawaran pada tingkat harga P = 50!

Jawab:
Dengan cara biasa
Jika P = 50, maka Q = 50 + 2(50)
Q = 50 + 100
Q = 150
besar elastisitas penawaran pada tingkat harga P = 50

Penawaran & Permintaan

Hukum Penawaran

Dalam hukum penawaran kita akan melihat hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Hukum penawaran berbunyi: “Bila harga naik maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan akan naik, dan bila harga turun maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan ikut turun, dengan syarat ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap tidak berubah/tetap/konstan).
Dengan syarat ceteris paribus berarti hukum penawaran hanya berlaku bila faktor lain yang memengaruhi naik turunnya penawaran tidak berubah. Apabila faktor-faktor lain yang berubah (syarat ceteris paribus tidak terpenuhi) maka hukum penawaran tidak berlaku lagi. Contoh: bila harga naik, seharusnya menurut hukum penawaran, jumlah barang atau jasa yang ditawarkan akan naik, tetapi karena ada faktor lain yang berubah yakni meningkatnya biaya produksi akibatnya kenaikan harga justru diikuti oleh penurunan penawaran. Mengapa demikian? Karena kenaikan harga yang terjadi tidak sepadan dengan kenaikan biaya produksi yang begitu membengkak sehingga produsen merugi bila menambah penawarannya.
Selanjutnya, bila kita mencermati bunyi hukum penawaran di atas maka terdapat hubungan positif antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Atau dengan istilah lain, harga berbanding lurus dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan, dan penurunan harga akan diikuti oleh menurunnya jumlah barang atau jasa yang ditawarkan.

Fungsi Penawaran

Berdasarkan bunyi hukum penawaran, terlihat adanya hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi yang disebut dengan fungsi penawaran. Jadi, yang dimaksud dengan fungsi penawaran adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga (P) dengan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan (Q), yang dirumuskan sebagai berikut:
Fungsi Penawaran
Qs P (jumlah barang atau jasa yang ditawarkan) merupakan fungsi dari P (harga). Artinya, banyak sedikitnya Qs bergantung pada besar kecilnya P (harga). Fungsi tersebut di atas bila ditulis dalam bentuk persamaan linear sederhana akan tampak sebagai berikut:
Fungsi Penawaran 1
Keterangan:
Qs= jumlah barang atas jasa yang ditawarkan
P = harga
a = konstanta
b = koefisien (b bertanda positif karena harga dan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan memiliki hubungan positif)
Contoh fungsi penawaran adalah Q = –3 + 20P.
Fungsi ini bisa ditulis menjadi Q = 20P –3 atau bisa pula ditulis menjadi -20P = –Q-3
Berikutnya akan diuraikan cara menggambar kurva penawaran berdasarkan fungsi penawaran yang sudah diketahui. Cara menggambarnya sama dengan cara menggambar kurva permintaan. Misalnya, kita diminta menggambarkan fungsi penawaran Qs = – 10, 10P, maka langkahnya adalah:
Diketahui Qs = –10 + 10P
Cara Menghitung Fungsi Penawaran
Cara Menghitung Fungsi Penawaran 1
Kadang-kadang kita harus mencari terlebih dahulu fungsi penawaran dari suatu kumpulan data penawaran. Berdasarkan data penawaran itulah kita mencari bagaimana fungsi penawarannya. Untuk mencarinya, kita menggunakan rumus persamaan garis lurus melalui dua titik yang juga digunakan dalam mencari fungsi permintaan, sebagai berikut.
Cara Menghitung Fungsi Penawaran 2

Cara Menghitung Fungsi Penawaran 3
Carilah:
a. Fungsi penawarannya.
b. Berdasarkan fungsi penawaran tersebut, tentukan berapa Q (jumlah yang ditawarkan) bila P = Rp1.000,-?
Jawab:
a. Untuk mencari fungsi penawaran, pilihlah dua pasang data dari tabel di atas, misalnya kita pilih P = 100, Q = 10 dan P = 250, Q = 20.
Dengan demikian P1 = 150 dan Q1 = 10
P2 = 250 dan Q2 = 20
Cara Menghitung Soal Fungsi Penawaran
Cara Menghitung Soal Fungsi Penawaran 1

Hukum Permintaan

Dari sekian banyak faktor yang bisa memengaruhi naik turunnya permintaan hukum permintaan hanya menjelaskan hubungan antara harga dengan jumlah barang dan jasa yang diminta, sedangkan faktor lain selain harga dianggap tetap atau tidak berubah.
Hukum permintaan berbunyi sebagai berikut, “Bila harga suatu barang atau jasa naik maka jumlah barang atau jasa yang diminta akan turun. Dan bila harga suatu barang atau jasa turun maka jumlah barang dan jasa yang diminta akan naik; dengan syarat ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap tidak berubah atau konstan atau tetap).”
Dengan syarat ceteris paribus berarti hukum permintaan tersebut akan hanya berlaku bila faktor lain-lain yang bisa memengaruhi naik turunnya permintaan tidak berubah. Apabila faktor-faktor lain berubah maka hukum permintaan tidak berlaku lagi. Contoh: saat pernikahan Pangeran Charles berlangsung, dunia terutama para wanita terkesima oleh kecantikan dan keanggunan Lady Diana. Mereka berbondong-bondong untuk meniru model rambut gaya Lady Diana. Mengetahui gejala ini para pemotong rambut segera meninggikan tarif potong. Kenaikan harga/tarif bukan malah menyurutkan keinginan para wanita untuk memotong rambut ala Diana, permintaan justru tetap meningkat searah dengan selera masyarakat yang sedang meningkat terhadap sang Putri.
Hal ini menunjukkan bila faktor-faktor lain berubah, dalam hal ini selera berubah (tidak tetap) maka hukum permintaan tak berlaku lagi. Terbukti dengan kenaikan harga/tarif potong yang tidak mengurangi jumlah permintaan akan jasa potong rambut.
Bila kita cermati bunyi hukum permintaan di atas maka antara harga dan jumlah barang/jasa yang diminta memiliki hubungan negatif, atau harga berbanding terbalik dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Artinya, kenaikan harga justru diikuti oleh penurunan jumlah barang atau jasa yang diminta, dan sebaliknya penurunan harga justru akan diikuti oleh kenaikan jumlah barang atau jasa yang diminta.

Fungsi Permintaan

Dari bunyi hukum permintaan di atas kita melihat adanya hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi, yang disebut dengan fungsi permintaan. Jadi, yang dimaksud fungsi permintaan adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga (P) dengan jumlah barang atau jasa yang diminta (Qd), yang dirumuskan sebagai berikut:
Fungsi Permintaan

Qd (jumlah barang atau jasa yang diminta) merupakan fungsi dari P (harga). Di sini berarti banyak sedikitnya Qd (jumlah barang/jasa yang diminta) bergantung pada besar-kecilnya P (harga). Fungsi tersebut apabila ditulis dalam bentuk persamaan linear sederhana adalah sebagai berikut:
Fungsi Permintaan 1
Keterangan: Qd = Jumlah barang atau jasa yang diminta
P = Harga
a = Konstanta
b = Koefisien (b bertanda negatif karena harga dan jumlah barang atau jasa yang diminta mempunyai hubungan negatif, seperti yang sudah dijelaskan di atas).
Contoh fungsi permintaan: Qd = 80–4P
Fungsi ini bisa ditulis menjadi Qd=–4P + 80 atau bisa juga ditulis menjadi 4P = –Qd + 80
Selanjutnya akan diuraikan cara menggambar kurva permintaan berdasarkan fungsi permintaan yang sudah diketahui. Misalnya, diketahui fungsi permintaan Qd = 30 – 2P. Untuk menggambar kurva dari fungsi permintaan tersebut, kita dapat menggunakan bantuan dua titik (karena fungsi permintaan di atas berbentuk linear/garis lurus). Dua titik yang kita gunakan adalah titik potong dengan sumbu Q.
Contoh Pengerjaan Fungsi Permintaan
Dengan demikian, penyelesaian soal di atas adalah sebagai berikut:
Diketahui Qd = 30 – 2P
Bila  Q = 0 (berarti titik potong pada sumbu P)
Q = 0  Qd = 30 – 2P
0 = 30 – 2P
2P = 30
= 15
Sehingga didapat titik (0,15)
Bila P = 0 (berarti titik potong pada sumbu Q)
P = 0  Qd = 30 – 2P
Qd = 30 – (2.0)
Qd = 30 – 0
Qd = 30
Sehingga didapat titik (30,0) Dari dua titik (0,15) dan (30,0) dapat dibuat kurva permintaannya, sebagai berikut (lihat gambar 5.3.)
Contoh Pengerjaan Fungsi Permintaan 1
Adakalanya kita diharuskan mencari terlebih dulu fungsi permintaan dari suatu kumpulan data permintaan. Jadi, di sini yang diketahui hanya kumpulan data permintaan, dan tugas kita adalah mencari bagaimana fungsi permintaannya, karena memang fungsi permintaannya belum diketahui.
Contoh: Bila harga kue Rp50,- jumlah kue yang diminta 10 buah. Bila harga
naik menjadi Rp60,- jumlah kue yang diminta menjadi 8 buah.
Carilah:
a. fungsi permintaannya
b. Gambarkan grafik atau kurvanya
c. Bila fungsi permintaan sudah diketahui, tentukanlah berapa Q (jumlah kue yang diminta) bila P (harga) = Rp90,-
Jawab
a. Diketahui: P1 = 50 Q1 = 10
P2 = 60 Q2 = 8
Untuk menentukan fungsi permintaannya dapat digunakan rumus persamaan garis lurus melalui dua titik yakni:
Contoh Pengerjaan Fungsi Permintaan 2
Contoh Pengerjaan Fungsi Permintaan 3
b. Untuk menggambar kurva/grafik dari data permintaan di atas dapat digunakan dua cara, dua-duanya menghasilkan kurva yang sama.
Cara pertama
Menggambar kurvanya berdasarkan fungsi permintaan yang sudah diketahui.
Cara kedua:
Menggambar kurvanya langsung berdasarkan data permintaan yang ada.
Cara pertama diketahui fungsi permintaan yang diperoleh P = –5Q + 100
Bila Q = 0 (berarti titik potong dengan sumbu P)
Q = 0  P = –5Q + 100
P = –5(0) + 100
P = 0 + 100
P = 100
Sehingga didapat titik (0,100)
Bila P = 0 (berarti titik potong dengan sumbu Q)
P = 0  P = –5Q + 100
0 = –5Q + 100
5Q = 100
Q= 20
Sehingga didapat titik (20, 0) Dari dua titik (0,100) dan (20,0) dapat dibuat kurva permintaannya seperti Gambar
Contoh Pengerjaan Fungsi Permintaan 4

1) Cara kedua:
Diketahui dari data permintaan di atas.
bila P1 = 50  Q1 = 10
bila P2 = 60  Q = 8
Dari data tersebut didapat dua titik, yaitu titik (10,50) dan (8,60) sehingga kurva permintaannya bisa pada gambar seperti gambar
Contoh Pengerjaan Fungsi Permintaan 5
Keterangan:
Bila garis kurva diteruskan ke atas maka akan memotong sumbu P pada titik (0,100) dan bila diteruskan ke bawah akan memotong sumbu Q pada titik (20,0).
c. Diketahui P = –5Q + 100
Bila P = 90 maka berapa Q (jumlah kue yang diminta)?
P = 90  P = –5Q + 100
90 = –5Q + 100
5Q= 100 – 90
5Q= 10
Q = 2
Jadi, bila P (harga) Rp90 maka Q (jumlah kue yang diminta) adalah 2 buah.

Tokoh-Tokoh Manajemen



Beberapa Tokoh Manajemen Dunia
A.Aliran Klasik
1.Robert Owen (1771  –  1858)
 Pada awal tahun 1800-an, Robert Owen memperkenalkan teori tentang manajemen personalia. Robert Owen menitikberatkan pentingnya penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Teorinya menyatakan bahwa bilamana diadakan  perawatan pada mesin akan memberikan keuntungan pada perusahaan, demikian pula pada tenaga kerja bila diberikan perhatian berupa kompensasi, asuransi kesehatan, tunjangan dan lainnya oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan pada perusahaan.
2.Charles Babbage (1792 –  1871)
 Dalam teori manajemennya, Charles Babbage mengemukakan bahwa aplikasi prinsip- prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya, karena pekerjaan -pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Perhatiannya diarahkan dalam hal pembagian kerja (division of labour ) yang memiliki  beberapa keunggulan, yaitu : waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman- pengalaman yang baru, harus ada spesialisasi dalam pekerjaan (karena banyak waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja), kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seseorang  pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya, adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
 3.Henry Laurance Gantt (1861 - 1919)
 Dalam teori manajemennya, Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajer dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggarisbawahi  pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen. Metodenya yang terkenal adalah rnetode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang lebih baik. Dengan rnenekankan  pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan terciptanya
Gantt Chart 
 yang terkenal tersebut. Teknik ini pelopor teknik-teknik modern seperti PERT (Program Evaluation and Review Techique).
4.Harrington Emerson (1853 – 1931)
Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukkan kebenaran prinsip yaitu bahwa uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan  penggunaannya. Bukti dari pendapat Emerson yaitu adanya istilah
 Management by Objective
 (MBO). Dikemukakan 12 prinsip efisiensi untuk mengatasi pemborosan dan ketidak-efisienan, yaitu :
a. Clearly defined ideals
b. Common sense
c.Competent causal 
d.  Dicipline
e. The fair deal 
f. Reliable
g.Give an order, planning and schedulling 
h. Schedule, standard working and time
i. Standard condition
 j. Standard operation
k.Written standard practice instruction
5.Max Webber (1864  – 1920)
 Max Weber mengembangkan teori Manajemen Birokrasi Ia menekankan pada kebutuhan akan penetapan hierarki yang sempurna ditentukan oleh penetapan peraturan dan garis wewenang yang jelas. Pemikiran Weber sangat dipengaruhi oleh idealisme Jerman dan khususnya oleh neo-Kantianisme , yang ia telah terpapar melalui Heinrich Ricky , rekan profesor di Universitas Freiburg. Terutama penting untuk bekerja Weber adalah keyakinan neo-Kantian bahwa realitas pada dasarnya kacau dan dimengerti, dengan semua pesanan yang rasional yang berasal dari cara di mana pikiran manusia memusatkan perhatiannya pada aspek-aspek tertentu dari realitas dan mengatur persepsi yang dihasilkan.
6. Oliver Sheldon (1894 – 1951)
 Filsafat rnanajemen pertama kali ditulis dalam bukunya pada tahun 1923, tentang adanya tanggung jawab sosial dalam dunia , usaha, sehingga etika sarna pentingnya dengan ekonomi alam manajemen, artinya melakukan pelayanan barang dan jasa yang tepat dengan harga yang wajar kepada masyarakat.
B.Aliran neo klasik 1.
 Elton Mayo (1880 – 1949)
Dalam pendidikan dan pelatihan bagi para manajer dirasa semakin pentingnya
 people management skills
 daripada
engineering atau technicall skills
, Sehingga konsep dinamika kelompok dalam praktek manajemen lebih penting daripada manajemen atas dasar kemampuan perseorangan (individu). Walaupun demikian ada beberapa kelemahan temuan Mayo yang dinyatakan oleh orang-orang yang beranggapan kepuasan karyawan  bersifat kompleks, karena selain ditentukan oleh lingkungan sosial, juga oleh faktor-faktor lainnya yaitu tingkat gaji, jenis pekerjaan, struktur dan kultur organisasi, hubungan karyawan manajemen dan lain-lain. Gerakan hubungan manusia terus berkembang dengan munculnya pemikiran-pemikiran lain yang juga tergolong dalam aliran perilaku yang lebih maju.
 C.Aliran Modern
1.Edgar Schein (1928 - ....)
 seorang mantan profesor di MIT Sloan School of Management, telah membuat tanda  penting pada bidang  pengembangan organisasi di berbagai bidang, termasuk  pengembangan karir, konsultasi kelompok proses, dan budaya organisasi.  Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
a.Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan,  prosedur dan prinsip).
b.Manajemen harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan  pertimbangan secara hati-hati. c.Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk  pengawasan harus sesuai dengan situasi.
d.Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.

ILMU EKONOMI

Hallo gan disini saya akan berbagi ilmu ekonomi yang saya ketahui
sebelum kita bahas apa sih ekonomi itu?
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisis ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.